Minggu, 03 Maret 2013


Perkawinan di bawah umur di Indramayu tertinggi

Reporter : Andrian Salam Wiyono
Rabu, 27 Februari 2013 01:00:00 Ilustrasi pernikahan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/titov dmitriy
63
 
Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) mengungkap bahwa perkawinan di bawah umur masih tinggi dan hal itu perlu disikapi dan ditindaklanjuti dengan serius.

Badan Litbang dan Diklat Kemenag mencatat bahwa perkawinan di bawah usia pada 2010-2012 di Kabupaten Indramayu sebanyak 825 perkawinan, Kabupaten Malang 474 perkawinan dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 44 perkawinan.

Sementara perkawinan yang tidak tercatat pada tahun yang sama, untuk provinsi NTB sebayak 4.511, Kabupaten Bangkalan 1.156 perkawinan, Indramayu (1.144), Malang (756), Tangerang (300) dan Cianjur (192).

Angka-angka tersebut terungkap ketika Badan Litbang dan Diklat Kemenag menggelar pertemuan dengan Menteri Agama Suryadharma Ali di Jakarta, Selasa (26/2).

Hadir seluruh eselon I, para Dirjen: Dirjen Bimas Islam, Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, Penyelenggara Haji dan Umroh. Nampak pula Sekjen Kemenag Bahrul Hayat dan para undangan lainnya.

Dalam paparannya yang dipimpin Plt Badan Litbang dan Diklat Prof Mahasim tersebut, terungkap permasalahan mengenai perkawinan di bawah umur, problematika yang dihadapi oleh pasangan kedua jenis perkawinan tersebut. Penyebab dan terjadinya perkawinan di bawah usia.

Diungkap bagaimana pula respon masyarakat, ulama dan pemerintah terhadap perkawinan di bawah umur dan perkawinan tidak tercatat. Lantas, apa pula yang dilakukan dalam menanggulangi terjadinya dua bentuk perkawinan tersebut di kalangan masyarakat.

Menurut peneliti dari Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof Abdurahman Masud, penelitian tersebut dilakukan di kabupaten Tangerang (Banten), Indramayu , Cianjur (Jabar), Brebes (Jateng), Yogyakarta, Bangkalan, Malang (Jatim), Lombok Tengah (NTB), dan Kabupaten Balangan (Kaltim).

Penelitian pada 2010-2012, katanya, dilakukan dengan metode kualitatif, sifat deskriptif. Pasangan perkawinan di bawah umur memaknai perkawinan sebagai pilihan terbaik untuk membantu orangtua, menghindari zina akibat bebasnya pergaulan, penyalahgunaan dari kemajuan teknologi.

Ditemukan pula, kata dia, pasangan perkawinan tidak tercatat memaknai perkawinan sebagai urusan agama dan cukup dinikahkan oleh kiai atau ulama. Tidak perlu dicatatkan. Dalam penelitian itu pula ditemukan problem yang dirasakan bagi perkawinan di bawah umur adalah ketika melahirkan untuk pertama kalinya.

Sedangkan bagi pasangan nikah tidak tercatat, mempelai putri sulit bersosialisasi karena dianggap istri simpanan.

Penyebab terjadinya pernikahan di bawah umur akibat rendahnya pendidikan, belum cukup umur sudah bekerja, mengurangi beban keluarga.

Penyebab lainnya, lanjut dia, terjadinya pernikahan tidak tercatat, beranggapan nikah sudah sah jika dilakukan oleh kiai atau ulama. Tidak lengkapnya syarat administratif pasangan.

Dari kasus tersebut ditemui respon masyarakat, ulama dan pemerintah terhadap kedua bentuk pernikahan itu. Pernikahannya sah selama rukun dan syaratnya yang ditetapkan oleh agama terpenuhi. Kemudharatan yang diakibatkan kedua jenis perkawinan itu perlu diminimalisasi.

Hal lain, belum banyak upaya sistematis untuk meminimalisasi dua jenis pernikahan tersebut. Penyuluhan agama belum banyak dilakukan.

Untuk itulah ia merekomendasikan agar ke depan pemerintah, tokoh agama meningkatkan perannya dalam memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya perkawinan dicatatkan dan bahaya yang diakibatkan dari pernikahan di bawah 
Bupati Indramayu dari masa ke masa
Indramayu Profile
1. Raden Singalodra ( WIRALODRA I )
2. Raden Wirapati ( WIRALODRA II )
3.  Raden Sawedi ( WIRALODRA III )
4. Raden Banggala ( WIRALODRA IV )
5.  Raden Banggali ( WIRALODRA V )
6. Raden Samaun ( WIRALODRA VII )
7.  Raden Krestal
8.  Raden Warngali
9.  Raden Wiradibrata I
10. Raden T.Suranenggala
11. Raden Djlari ( Purbadi Negara I ) ( 1900 )
12. Raden Rolat ( Purbadi Negara II) (1900 - 1917 )
13. Raden Sosrowardjoyo ( 1917 - 1932 )
14. Raden AA. Moch. Soediono ( 1933 - 1944 )
15. Dr. Raden Murdjani ( 1944 - 1946 )
16. Raden Wiraatmaja ( 1946 - 1947 )
17. M. I . Syafiuddin ( 1947 - 1948 )
18. Raden Wachyu ( 1949 - 1950 )
19. Tikol Al Moch. Ichlas ( 1950 - 1951 )
20. Tb. Moch. Cholil ( 1951 )
21. Raden Djoko Said Prawirawidjojo ( 1952 - 1956 )
22. Raden Hasan Surya Satjakusumah ( 1956 - 1958 )
23. Raden Firman Ranuwidjoyo ( 1958 - PJ )
24. Entol Djunaedi Satiawiharja  ( 1958 - 1960 )
25. H. A. Dasuki ( 1960 - 1965 )
26. M. Dirlam Sastromihardjo ( 1965 - 1973 )
27. Raden Hadian Suria Adiningrat ( 1974 - 1975 )
28. H. A. Djahari, SH ( 1975 - 1985 )
29. H. Adang Suryana ( 1985 - 1990 )
30. H. Ope Mustofa ( 1990 - 2000 )
31. H. Irianto MS. Syafiuddin  ( 2000 - 2010 )
32. Hj. Anna Sopanah ( 2010 – 2015)

Logo Kabupaten Indramayu

Jumat, 11 Januari 2013
Logo Kabupaten Indramayu

Sumber Logo Vector : logovectorcdr.blogspot.com
Sumber Artikel : wikipedia
Kabupaten Indramayu, adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Indramayu yang merupakan pusat pemerintahan, sedangkan titik keramaian justru berada di kecamatan Jatibarang dan Haurgeulis, hal ini dikarenakan di Jatibarang terdapat pusat Pasar dan memiliki akses yang mudah seperti Jalur Pantura dan Stasiun Kretaapi, hal yang sama juga terjadi untuk Kecamatan Haurgeulis meski tak dilewati secara langsung oleh Jalur Pantura, namun Kecamatan ini dilalui oleh Jalur Kereta Api. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Cirebon di tenggara, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang di Selatan, serta Kabupaten Subang di barat.

Kabupaten Indramayu terdiri atas 33 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 315 desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Indramayu. Hari jadi Kabupaten Indramayu ditetapkan pada tanggal 7 Oktober 1527.

Indramayu dilintasi jalur pantura, yakni jalur utama dan terpadat di Pulau Jawa, terutama pada musim mudik lebaran. Kabupaten ini juga dilintasi oleh jalur kereta api lintas utara Pulau Jawa, dengan salah satu stasiun terbesarnya adalah Stasiun Jatibarang yang berada di kota Jatibarang, sekitar 19 km ke selatan dari pusat Kota Indramayu.

Beberapa kecamatan-kecamatan penting di Wilayah Kabupaten Indramayu di antaranya adalah Indramayu, Jatibarang, Haurgeulis, Patrol, Karangampel, dan Terisi.

Walaupun Indramayu berada di Jawa Barat yang notabene adalah tanah Pasundan yang berbudaya dan berbahasa Sunda, namun sebagian besar penduduk Indramayu berbahasa Jawa khas Indramayu, masyarakat setempat menyebutnya dengan Basa Dermayon, yakni dialek Bahasa Jawa yang hampir serupa dengan Dialek Cirebon. Di bagian selatan dan barat daya kabupaten ini, beberapa wilayah menggunakan bahasa Sunda, mengingat sejarah kabupaten Indramayu yang dulu pernah masuk kedalam wilayah kerajaan Cirebon (diutara), sehingga berbashasa Jawa, Kerajaan Galuh dan Sumedang Tandang di Wilayah Selatan, sehingga mempengaruhi masyarakatnya berbahasa Sunda Khas Indramayu.

Masakan Khas Indramayu: Pindang Gombyang

Pindang Gombyang merupakan masakan khas Indramayu yang merupakan hasil olahan ikan laut berupa kepala ikan manyung yang disajikan dengan kuah berwarna kuning yang memiliki rasa yang segar dan Khas. Biasanya, untuk satu kepala ikan manyung dapat dijadikan menjadi dua porsi atau lebih.
Awalnya belum banyak orang yang mengenal masakan khas daerah Indramayu ini. Karena memang sebelum tahun 2000-an, Pindang Gombyang hanya dapat dijumpai di atas meja makan keluarga di rumah.
Saat ini, Pindang Gombyang yang merupakan olahan dari kepala ikan manyung yang disajikan dengan bumbu kuning yang memiliki rasa yang khas itu sudah mulai dikenal oleh masyarakat umum,
Pindang Gombyang Masakan Khas Indramayu: Pindang Gombyang
Untuk harga, menu kuliner tradisional Khas Indramayu ini masih sangat terjangkau, sekitar Rp. 15000, untuk satu porsi Pindang Gombyang. Bukan hanya diminati oleh penduduk lokal Indramayu, masakan khas Indramayu ini juga diminati oleh para pendatang yang berasal dari luar kota.
Bagi anda yang penasaran untuk mencicipi kuliner khas Indramayu ini, anda dapat menemukannya hampir disemua kedai dan rumah makan sepanjang jalur pantura. salah satu rumah makan yang menyajikan menu masakan tradisional Khas Indramayu ini terdapat di daerah Tambak Karangsong, Indramayu Tempat H.Tarika, Komandan KOTI Pemuda Pancasila Indramayu.
Untuk anda yang ingin melakukan wisata kuliner di Indramayu, selain Pindang Gombyang, anda juga dapat mengunjungi tempat-tempat wisata kuliner di Indramayu yang memiliki beragam menu masakan khas tradisional Indramayu, seperti:
  • Kecamatan Indramayu (Kuning Ayu, Panorama, Cibiuk), Pringgading)
  • Kecamatan Juntinyuat (Perdut/Glayem; Mina Ayu, Samudra, Sisi Laut, Mang Rum)
  • Kecamatan Karangampel (Perahu)
  • Kecamatan Jatibarang (Kampung Rasa)
  • Kecamatan Lelea (Pesona Liyep, Pedesan Entog)
  • Kecamatan Kandanghaur (Pesona Laut, Abah, As-Safiq, Rawud)
Beberapa menu masakan khas Indramayu yang dapat anda nikmati antara lain: Pedesan Entog, Soto, Burbacek (Bubur Rumbah Cecek), Rumbah, Koci, Nagasari, Nasi Lengko, Dodol Mangga, Kripik Mangga, dan sebagainya.

Oleh-oleh Khas Indramayu

ASIN JAMBAL ROTI

Salah satu oleh-oleh yang khas dari indramayu yaitu ikan asin jambal roti, dan merupakan produk asli indramayu, Ikan Asin jambal roti sangat bergizi dan mempunyai protein yang tinggi, ikan asin jambal roti ini diproses dengan cara alami, profesional, higenis.tanpa bahan pengawet dan zat kimia apapun.

Ada beragam jenis ikan asin, ikan asin jambal roti tergolong super. kami memberikan yang terbaik, warnanya terang dan dagingnya lunak dan tidak kering. Ini menandakan ikan asin jambal roti yang kami tawarkan masih baru. Aromanya khas ikan agak anyir. Jika akan disimpan, sebaiknya pisahkan bagian perut dan dagingnya. Karena bagian perut cepat kering dan busuk. Taruh dalam wadah tertutup atau bungkus dengan plastik dan simpan dalam lemari es. Potong-potong saat akan diolah.

Harga : Rp. 95.000 / Kg



KRIPIK TIKE

Kripik tike berasal dari umbinya rumput teki, bukan akarnya. Namun memang umbi rumput teki/tike ini bergerombol (rimpang), kecil-kecil, dan sekilas memang jadi mirip akarnya. Proses pembuatannya mirip dengan proses pembuatan emping melinjo, disangrai dulu, lalu dipukul-pukul sampai pipih dan gepeng, dijemur, kemudian digoreng. Biasanya dikemas dalam plastik, dalam bentuk yang sudah digoreng atau masih berupa bahan setengah jadi. Karena umbinya kecil-kecil,
Rasanya agak getir, samar-samar kesat-agak pahit, namun ada aroma wangi khas teki. Karena masih termasuk jenis umbi-umbian, tentu ada rasa ‘pati’nya di lidah jika kita kunyah. Pahit-pahitnya memang mirip emping melinjo.
Harganya memang agak inferior dibanding melinjo, karena keripik tike ini agak susah dijumpai di toko oleh-oleh dan juga disebabkan supply sedikit (disebabkan sulitnya mendapat bahan baku), terutama di indramayu sendiri. Potensi rasa yang dimiliki oleh keripik tike ini adalah memiliki rasa yang khas, aromanya juga lebih menggoda ketika dikonsumsi.

Harga : Rp. 25.000 / 200gram



TERASI UDANG


Terasi merupakan produk awetan ikan atau rebon yang telah diolah melalui proses pemeraman atau fermentasi, penggilingan atau penumbukan dan penjemuran yang berlangsung selama + 20 hari. Ke dalam produk terasi tersebut ditambahkan garam yang berfungsi sebagai bahan pengawet, berbentuk seperti pasta dan berwarna hitam-coklat, kadang ditambah dengan bahan pewarna sehingga menjadi kemerahan. Terasi memiliki bau yang tajam dan biasanya digunakan untuk membuat sambal terasi, tapi juga sering ditemukan dalam berbagai resep tradisional Indonesia.

Unsur gizi yang terkandung di dalam terasi cukup lengkap dan cukup tinggi. Di samping itu dalam terasi udang terkandung yodium dalam jumlah tinggi yang berasal dari bahan bakunya.
Adapun bahan baku yang digunakan dalam pembuatan terasi udang adalah berupa rebon atau udang kecil dengan ukuran panjang berkisar antara 1 cm – 2,1 cm (membujur), lebar 0,3 cm dengan warna keputihan.

HARGA
TERASI UDANG INDRASARI
Rp. 18.000 (Isi 3 Besar Spesial)

TERASI UDANG SPESIAL
Rp. 20.000 (isi 5 besar Spesial)

Buah Mangga khas Indramayu




mangga cengkir khas indramayu
Indramayu dikenal juga dengan sebutan “Kota Mangga’ di jawa barat Indonesia, karena mangga indramayu terkenal dengan rasanya yang manis dan empuk. Belum diketahui kenapa buah mangga dari indramayu ini lebih enak daripada buah mangga dari daerah lain di Indonesia, mungkin di karenakan geografis indramayu itu sendiri yang tropis dan panas, sehingga bisa menghasilkan buah mangga yang rasanya tidak ada tandingannya dengan mangga dari daerah lainnya.

Terdapat bermacam2 buah mangga dari indramayu, diantaranya mangga cengkir, mangga gedong (gincu), mangga harumanis, mangga golek, manga gajah, mangga manalagi, mangga nanas, mangga remucu, mangga bapang dll. Tapi Cuma dua macam yang jadi khas dari indramayu yaitu mangga cengkir dan mangga gedong (gincu), 2 macam mangga ini mempunyai keistimewaan masing2, mangga cengkir misalnya selain rasanya manis, buahnya tebal dan empuk. Mangga gedong (gincu) beda lagi, mangga ini terkenal dengan bentuknya yang bulat dan merah di tambah baunya yang sangat harum, sehingga orang akan sangat tertarik untuk dating kembali ke indramayu……..

JIKA ANDA INGIN MERASAKAN ENAKNYA MAKAN BUAH MANGGA

INDRAMAYU LAH TEMPATNYA…….SELAMAT MENCOBA!!!!!!!!!!

Yance-Tatang Unggul Telak di Indramayu

Didit Putra Erlangga Rahardjo | Agus Mulyadi | Minggu, 3 Maret 2013 | 13:09 WIB
Dibaca: 1932
Komentar: 1

KOMPAS/RINI KUSTIASIH
Calon Gubernur Jawa Barat Irianto MS Syafiuddin (baju putih) atau yang akrab dipanggil Yance berkampanye dengan mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jabar, Selasa (12/2/2013). Ia menawarkan Program Bina Karya jika terpilih sebagai gubernur. Program itu memberikan pelatihan dan permodalan bagi mantan napi agar bisa mandiri dan berdaya di masyarakat. Selain berkampanye di Lapas Majalengka, Yance juga mengunjungi Pasar Cigasong.
BANDUNG, KOMPAS.com — Pasangan Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim menang telak di Kabupaten Indramayu. Namun, bagi Yance, panggilan Irianto, hanya di daerah itu saja mereka bisa unggul.
Hal itu terungkap berdasarkan hasil sementara pembacaan rekapitulasi suara Pilkada Jawa Barat di kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jabar, Minggu (3/3/2013). Setelah membacakan hasil di 16 daerah, rapat tersebut diskors sejenak untuk istirahat shalat.
Berdasarkan hasil rekapitulasi di KPU Kabupaten Indramayu, pasangan Yance-Tatang meraih 483.334 suara, melampaui pasangan lainnya seperti Rieke-Teten dengan 215.271 suara.
Namun, Yance-Tatang kalah di daerah pantai utara lainnya seperti Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Kuningan.
Hingga kini, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar sudah menang di 9 daerah dari 16 daerah yang dibacakan. Di belakangnya, ada Rieke-Teten yang menang di lima daerah seperti di Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bekasi.